Kurikulum & Materi

Materi Peran Remaja dalam Pencegahan Stunting

Dibuat pada: 02 October 2025

Deskripsi

Materi ini membahas peran strategis remaja dalam siklus pencegahan stunting. Sebagai calon orang tua, kesehatan dan pengetahuan gizi remaja sangat menentukan kualitas generasi berikutnya. Materi ini menguraikan mengapa remaja menjadi agen penting dalam pemutusan mata rantai stunting serta langkah-langkah praktis yang bisa mereka lakukan, mulai dari menjaga asupan gizi seimbang hingga menerapkan pola hidup sehat.

Rangkuman Materi

Peran Penting Remaja dalam Pencegahan Stunting
Stunting adalah kondisi gagal tumbuh akibat kekurangan gizi kronis yang terjadi pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), yaitu sejak dalam kandungan hingga anak berusia dua tahun. Dampak stunting tidak hanya pada fisik yang pendek, tetapi juga mengganggu perkembangan kognitif dan menurunkan produktivitas di masa depan.

Mengapa Remaja Berperan Penting?
Remaja memegang kunci dalam memutus mata rantai stunting karena beberapa alasan strategis:
Populasi Terbanyak: Remaja merupakan salah satu kelompok populasi terbesar di Indonesia.
Calon Orang Tua: Kesehatan fisik dan gizi remaja, terutama remaja putri, akan sangat memengaruhi kesehatan janin saat mereka hamil nanti.
Pola Pikir Terbuka: Remaja cenderung lebih terbuka terhadap informasi dan ide-ide baru.
Agen Perubahan Digital: Sebagai pengguna aktif media sosial, remaja dapat menjadi penyebar informasi yang efektif mengenai pentingnya pencegahan stunting.

Langkah-Langkah Pencegahan Stunting bagi Remaja:
Untuk mempersiapkan diri menjadi generasi yang sehat dan bebas stunting, remaja dianjurkan untuk melakukan hal-hal berikut:
Konsumsi Tablet Tambah Darah (TTD): Khususnya bagi remaja putri, untuk mencegah anemia yang berisiko tinggi saat kehamilan.
Menerapkan Gizi Seimbang: Memenuhi kebutuhan nutrisi harian dengan pola makan yang beragam dan bergizi untuk mendukung pertumbuhan optimal dan kesehatan reproduksi.
Menjaga Kebersihan dan Kesehatan Organ Reproduksi: Memahami pentingnya kebersihan diri untuk mencegah infeksi.
Pola Hidup Sehat: Istirahat yang cukup, berolahraga secara teratur, dan mengelola stres dengan baik.
Melakukan Cek Kesehatan Rutin: Memantau kondisi kesehatan secara berkala sebagai langkah deteksi dini.
Dengan mempersiapkan kesehatan sejak dini, remaja tidak hanya berinvestasi untuk diri mereka sendiri tetapi juga untuk masa depan anak-anak mereka.

Video Pembelajaran